Senin, 09 Januari 2012

Contoh Pidato Memperingati Hari Ibu


Contoh Pidato Memperingati Hari Ibu
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Hadirin kami muliakan,
Ibu-ibu yang kami cintai,
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Salam sejahtera dan selamat berbahagia bagi hadiri dan hadirat yang beragama selain Islam.
Pertama sekali marilah hadirin bersama-sama bersyukur kepada Allah SWT, atas nikmat yang diberikan kepada kita sekalian, yang dengan rahmat-Nya pula kita bersama-sama bisa berkumpul untuk yang kesekian kalinya, khususnya pada pagi ini dalam rangka memperingati dan menyemarakkan “Hari Ibu”.
Selanjutnya, marilah kita panjatkan rasa syukur kita kepada Tuhan atas kekuatan yang diberikan kepada kita khusunya kepada Ibu, yang sampai hari ini belum juga kehilangan semangat dalam menangkap sekaligus mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam hikmah “Hari Ibu” yang kita peringati bersama-sama dengan para Ibu di seluruh wilayah Indonesia tercinta ini.

Hadirin yang mulia khususnya para Ibu.
Peran Ibu pada masa sekarang tampaknya makin meningkat. Berbarengan dengan itu, makin berat pula tantangan yang kita hadapi. Namun sebagai bangsa yang besar, maka kita tentunya sepakat untuk pantang menyerah, pantang mundur dan pantang mengeluh. Semua tantangan hidup sehari-hari seakan makanan lezat yang harus dihadapi dengan penuh kesabaran dan penuh kesadaran.
Di tengah-tengah tekhnologi yang semakin canggih, ibu-ibu juga merasakan, betapa hebat dampaknya di keluarga kita ini. Tanggung jawab seorang ibu dihadapkan kepada berbagai masalah, berbagai ragam tantangan, berbagai bntuk persoalan, bahkan masalah kaum Bapak pun sudah menjadi bagian paling penting masalahnya kaum Ibu. Untuk itu kaum Ibu menghimbau, janganlah kaum Bapak menganggap kecil peranan kaum Ibu. Seban tanpa Ibu ibarat burung tak kan pernah terbang smpurna. Ibarat burung tak kan pernah terbang perkasa.
Kaum Ibu hendaknya juga menyadari bahwa dengan tugas berat sekarang ini harus tetap waspada terhadap tanggung jawab hidup. Tanggung jawab ibu sekarang tidak hanya terbatas pada tanggung jawab dapur dan tempat tidur saja. Lebih dari itu sudah tiba saatnya kaum Ibu membantu para Bapak, jika perlu membantu tugas Bapak di luar rumah, di kantor bahkan kalau perlu juga di medan perang.
Hadirin yang mulia tentunya kita juga tetap tahu batas. Janganlah mencampuri yang bukan urusan kita. Namun tetaplah waspada. Kapan kita boleh membantu, kapan kita wajib membantu dan kapan pula kita menentukan sikap terhadap kaum Bapak. Semuanya itu kita lakukan untuk menjaga citra sebagai Ibu. Suatu citra yang harus bersummber kepada kepribadian bangsa, yakni kepribadian sebagai bangsa yang luhur, yakni kepribadian Pancasila dan UUD ’45.
Dalam menjalankan tugas sehari-hari semoga Allah SWT senantiasa bersama kita. Masih banyak yang harus kita lakukan. Masih banyak yang belum selesai. Selamat berjuang, selamat menjalankan tugas , hingga tercapai keluarga yang bahagia, keluarga sejahtera di atas ridla Allah SWT. Amin..
Hadirin sekalian, demikian sambutan dari kami, mohon maaf jika ada tutur kata kami yang kurang berkenan di hati hadirin sekalian.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Artikel Sikap Memaafkan dan Manfaatnya bagi Kesehatan


Sikap Memaafkan dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Al Qur’an adalah sikap memaafkan.Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al Qur’an, 7:199). Dalam ayat lain Allah berfirman: "...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An Nuur, 24:22).
Mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia Al Qur'an akan merasa sulit memaafkan orang lain. Sebab, mereka mudah marah terhadap kesalahan apa pun yang diperbuat. Padahal, Allah telah menganjurkan orang beriman bahwa memaafkan adalah lebih baik.Dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. At Taghaabun, 64:14).
            Pemahaman orang-orang beriman tentang sikap memaafkan sangatlah berbeda dari mereka yang tidak menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur'an. Meskipun banyak orang mungkin berkata mereka telah memaafkan seseorang yang menyakiti mereka, namun perlu waktu lama untuk membebaskan diri dari rasa benci dan marah dalam hati mereka. Di lain pihak, sikap memaafkan orang-orang beriman adalah tulus. Karena mereka tahu bahwa manusia diuji di dunia ini, dan belajar dari kesalahan mereka, mereka berlapang dada dan bersifat pengasih.Lebih dari itu, orang-orang beriman juga mampu Ketika marah, detak jantung kemungkinan terkena serangan jantung.memaafkan walau sebenarnya mereka benar dan orang lain salah.Ketika memaafkan, mereka tidak membedakan antara kesalahan besar dan kecil.Seseorang dapat saja sangat menyakiti mereka tanpa sengaja.Akan tetapi, orang-orang beriman tahu bahwa segala sesuatu terjadi menurut kehendak Allah, dan berjalan sesuai takdir tertentu, dan karena itu, mereka berserah diri dengan peristiwa ini, tidak pernah terbelenggu oleh amarah.
            Menurut penelitian terakhir, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa/batiniyah maupun raga/ jasmaniyah.Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress [tekanan jiwa], susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang ini.
Dalam bukunya, Forgive for Good [Maafkanlah demi Kebaikan], Dr. Frederic Luskin&tulisan berjudul "Forgiveness" [Memaafkan], yang diterbitkan Healing Current Magazine [Majalah Penyembuhan Masa Kini] edisi bulan September-Oktober 1996, menyebutkan bahwa kemarahan terhadap seseorang atau suatu peristiwa menimbulkan emosi negatif dalam diri orang, dan merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani mereka.menjelaskan sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. Buku tersebut memaparkan bagaimana sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran dan percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan stres.
Semua penelitian yang ada menunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah keadaan pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak terpuji, yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Namun, tujuan sebenarnya dari memaafkan –sebagaimana segala sesuatu lainnya – haruslah untuk mendapatkan ridha Allah.Kenyataan bahwa sifat-sifat akhlak seperti ini, dan bahwa manfaatnya telah dibuktikan secara ilmiah, telah dinyatakan dalam banyak ayat Al Qur’an, adalah satu saja dari banyak sumber kearifan yang dikandungnya.
            Memaafkan, adalah salah satu perilaku yang membuat orang tetap sehat, dan sebuah sikap mulia yang seharusnya diamalkan setiap orang.

Resum Pidato, Ceramah, Sambutan, dan Khotbah


Resume PIDATO, CERAMAH, SAMBUTAN, DAN KHOTBAH
I. PIDATO
Pidato adalah kegiatan berbicara satu arah di depan umum untuk menyampaikan pikiran atau gagasan atau gambaran kepada pendengar yang disampaikan dalam situasi formal ataupun non formal melalui rangkaian kata yang tersusun sistematis dengan bahasa lisan sebagai media utama yang bertujuan memberi pamahaman atau informasi dengan rasa percaya diri untuk mempengaruhi pendengar agar mengikuti ajakan pembicara secara sukarela.
Pidato merupakan penampilan diri seseorang di hadapaan pendengar untuk menyampaikan isi hati atau buah pikiran dengan rangkaian kata-kata dengan harapan agar pendengar tergugah hati nuraninya dan tergerak pikirannya.Pidato merupakan bentuk wicara individual yang banyak ragamnya. Akan tetapi, secara umum pidato dapat digolongkan atas:
1) pidato memorial, misalnya pidato untuk menyambut Hari Kartini, Hari Kemerdekaan;
2) pidato perpisahan, misalnya pidato perpisahan karena tamat sekolah, perpisahan karena pensiun, dan sebagainya;
3) pidato penerimaan hadiah, misalnya piato penerimaan suatu medali kejuaraan olah raga;
4) pidato pidato penyambutan tamu, misalnya pidato penyambutan tamu kenegaraan;
5) pidato persembahan, misalnya pidato penyerahan cindera mata kepada tamu;
6) pidato persuasif, misalnya pidato kampanye partai politik;
7) pidato informatif, misalnya pidato penyuluhan kepada ibu-ibu PKK;
8) pidato instruktif, misalnya pidato tentang anjuran untuk membayar pajak;
9) pidato rekreatif, misalnya pidaato acara perkawinan, ulang tahun;
10) pidato kerohanian, misalnya santapan rohani waktu acara halal bihalal, acara pengajian;
11) pidato ilmiah, misallnya pidato ilmiah dalam acara wisuda.
Agar seseorang memiliki kemampuan yang memadai dalam hal pidato, maka dia harus memenuhi syarat-syarat berpidato. Syarat-syarat itu antar lain sebagai berikut:
1) berpengetahuan luas,
2) berkepribadian baik,
3) jujur dan ikhlas,
4) bijaksana dan sopan santun,
5) punya keberanian moral,
6) kaya dengan perbendaharaan kata,
7) berpikir kritis,
8) meyakini dan menguasai tema pembicaraan,
9) mengenal dan memahami karakteristik audience,
10) percaya diri,
11) bersikap menarik,
12) dan bertanggung jawab.
Menurut ada tidaknya persiapan sesuai dengan cara yang dilakukan waktu persiapan, ada empat macam pidato
1. Impromptu (serta merta) : pidato yang apabila Anda menghadiri pesta dan tiba-tiba dipanggil untuk menyampaikan pidato.
Keuntungan :
lebih mengungkapkan perasaan pembicara
gagasan datang secara spontan
memungkinkan Anda terus berpikir
Kerugian :
menimbulkan kesimpulan yang mentah
mengakibatkan penyampaian tidak lancar
gagasan yang disampaikan ngawur
demam panggung
2. Manuskrip : pidato dengan naskah. Di sini tidak berlaku istilah ‘menyampaikan pidato’ tapi ‘membacakan pidato’.Manuskrip dibutuhkan oleh tokoh nasional, sebab kesalahan sedikit saja dapat menimbulkan kekacauan nasional.
Keuntungan :
kata-kata dapat dipilih sebaik-baiknya
pernyataan dapat dihemat
kefasihan bicara dapat dicapai
tidak ngawur
manuskrip dapat diperbanyak
Kerugian :
komunikasi pendengar akan berkurang karena pembicara tidak berbicara langsung pada mereka
pembicara tidak dapat melihat pendengar dengan baik
pembuatannya lebih lama
3. Memoriter : pesan pidato ditulis kemudian diingat kata demi kata.
Keuntungan :
kata-kata dapat dipilih sebaik-baiknya
gerak dan isyarat yang diintegrasikan dengan uraian
Kerugian :
komunikasi pendengar akan berkurang karena pembicara beralih pada usaha untuk mengingat kata-kata
memerlukan banyak waktu
4. Ekstemporan : pidato sudah dipersiapkan sebelumnya berupa garis besar dan pokok penunjang pembahasan (supporting points), tetapi pembicara tidak berusaha mengingatnya kata demi kata.
Keuntungan :
komunikasi pembicara dengan pendengar lebih baik
pesan dapat fleksibel
kerugian :
kemungkinan menyimpang dari garis besar
kefasihan terhambat karena kesukaran memilih kata-kata.
Seseorang akan mahir pidato jika ia benar-benar mau belajar dengna sungguh-sungguh. Cara belajar pidato tersebut dapat ditempuh dengan membaca buku-buku retorik(ilmu yang mempelajari masalah tutur secara efektif) dan buku-buku pengetahuan umum lain. Selain itu, mereke harus juga sering berlatih pidato, karena dangan cara “trial and error”, seseorang akan makin matang penglamannya. Begitu pula seorang yang akan tampil berpidato harus benar-benar siap terhadap materi pembicaraan dan siap pula dari segi fisik maupun mental, sehingga diharapkan dalam penampilan pidato nanti tidak terdapat adanya hambatan-hambatan.
Skema susunan suatu pidato yang baik:
1. Pembukaan dengan salam pembuka
2. Pendahuluan yang sedikit menggambarkan isi
3. Isi atau materi pidato secara sistematis : maksud, tujuan, sasaran, rencana, langkah, dll.
4. Penutup (kesimpulan, harapan, pesan, salam penutup, dll)
Agar penampilan pidato dapat berhasil dapat berhasil dan menarik, maka diperlukan adanya variasi langgam atau gaya tertentu.Gaya atau langgam yang sering timbul dalam suatu penampilan pidato antara lain seperti berikut ini.
• Langgam Agama
Langgam agama mempunyai suara yang terkadang naik dan kemudian menurun dengan gaya ucapan yang lambat dan ceremonis. Pada umumnya langgam semacam ini sering ditampilkan oleh para khatib, muballig, dan sebagainya dalam pidato kerohanian.
• Langgam Agiator
Langgam agiator dikemukakan secara agresif dan terbanyak digunakan dalam pertemuan-pertemuan atau rapat-rapat umum, yang bersifat propaganda politis. Biasanya juga langgam ini dipakai untuk mencetuskan sentimen di kalangan massa sesuai dengan konsep propaganda. Di dalam hal ini jiwa massa akan dikuasai dan digiring ke arah tujuan yang diinginkan .
• Langgam Konversasi
Langgam konversasi merupakn langgam yang paling bebas, jelas, tenang dan terang, yang sering digunakan dalam pertemuan-pertemuan atau rapat-rapat yang yang sifatnya terbatas.Langgam ini banyak persamaannya dengan orang yang sedang berbicara biasa dan sering kali dilakukan pada pertemuan-pertemuan yang serius.
• Langgam Didaktik
Langgam didaktik adalah langgam yang sifatnya mendidik kepada para pendengar, seperti seorang guru yang sedang mengajar kepada siswanya.Langgam ini bersifat menggurui, sehingga sering meimbulkan rasa kurang enak jika ditujukan kepada pendengar yang merasa lebih pandai daripada pembicara.Langgam ini tepat dipaki pada waktu berpidato kepada pendengar yang usianya lebih muda daripada pembicara.
• Langgam Sentimentil
Langgam sentimentil ini biasanya dipakai secara efektif dan banyak berguna di dalam pertemuan umum dengan jalan mengemukakan kepuasan-kepuasan atau kekecewaan-kekecewaan dengan penuh perasaan. Segi positif langgam ini adalah akan menyenangkan si pendengar bila berisi tentang kepuasan-kepuasan atas keberhasilan, tetapi segi negatifnya akan menimbulkan sentimen jika berisi tentang kekecewaan atau keprihatinan-keprihatinan atas kejadian sosial di sekitar kita.
• Langgam Teater
Langgam teater adalah langgam berpidato yang penuh dengan gaya dan mimik seperti yang diperankan oleh para aktor atau aktris dalam teater. Di dalam hal ini pembicara berpidato dengan akting lengkap dengan gerak wajah(mimik), gerak lengan, gerak kepala, dan pemakaian vokal lengkap dengan tekanan dan intonasinya seperti dalam pementasan paanggung sandiwara.
Di dalam penampilan pidato, seseorang dapat memilih salah satu dari berbagai metode dalam penampilan pidato.Metode penampilan pidato tersebut ada empat macam.
• Metode naskah, yaitu metode berpidato dengan membaca naskah pidato, misalnya dilakukan dalam pidato-pidato resmi.
• Metode menghafal, yaitu metode berpidato dengan menghafal isi atau materi pidato lebih dahulu, kemudian menyampaikan isi pidato tersebut tanpa sebuah naskah.
• Metode ekstemporan, yaitu metode berpidato dengan membawa dan melihat butir-butir pokok isi pidato dalam lembar cerita catatan, lalu menyampaikan isi catatan itu kepada pendengar dengan ilustrasi bahasa secara spontanitas.
• Metode impromptu, yaitu metode berpidato dengan berpidato secara spontanitas baik dari segi isi maupun bahasa berdasarkan situasi dan kondisi tertentu, misalnya berpidato sesuai dengan keadaan tempat, keadaan pendengar, waktu, topik, dan hajat pada waktu ia berpidato.
Di dalam memperrsiapkan penampilan pidato seseorang dapat membuat naskah pidato dengan menggunakan metode impromptu, pembuatan naskah tak perlu dilakukan karena materi pembicaraan sudah dipersiapkan dalam benak pembicara lewat belajar secara bertahun-tahun dengan membaca buku dan belajar dari pengalaman hidup. Ilmu dan pengalamannya ini akan dipidatokan sesuai dengan situasi pada waktu ia berpidato. Agar pembicara tak lupa dengan materi pembicaan, biasanya pembicaraan membawa catatan kecil untuk dilihat sewaktu-waktu ia membutuhkan. Bagi seorang pemula, pembuatan naskah pidato wajib dilakukan lebih dahulu sebelum ia tampil di depan pendengar. Adapun pokok-pokok isi pidato itu tersusun sebagai berikut:
1. salam pembuka,
2. kata penahuluan,
3. pokok-pokok isi pidato,
4. uraian lengkap materi pidato,
5. simpulan isi pidato,
6. saran-saran dan harapan-harapan,
7. penutup, dan
8. salam penutup.

II. CERAMAH
Ceramah dalam kamus bahasa Indonesia adalah pidato yang bertujuan untuk memberikan nasehat dan petunjuk-petunjuk, sementara ada audiensi yang bertindak sebagai pendengar. Dengan melihat kepada pengertian diatas, ceramah dapat diartikan sebagai bentuk dari dakwah yaitu dakwah bil-kalam yang berarti menyampaikan ajaran-ajaran, nasehat, mengajak seseorang dengan melalui lisan.
• Ceramah umum
Ceramah adalah pesan yang bertujuan memberikan nasehat dan petunjuk-petunjuk, sementara ada audiens yang bertindak sebagai pendengar. Sedangkan
umum adalah keseluruhan untuk siapa saja, khlayak ramai, masyrakat luas, atau lazim.Jadi ceramah umum adalah pidato yang bertujuan untuk memberikan nasehat kepada khalayak umum atau masyarakat luas.Di dalam ceramah umum ini keseluruhannya bersifat menyeluruh, tidak ada batasan-batasan apapun baik dari audiens yang tua muapun muda, materinya juga tidak ditentukan, sesuai dengan acara.
• Ceramah khusus
Pengertian ceramah sudah dipaparkan seperti yang diatas akan tetapi kali ini akan dipaparkan pengertian dari ceramah khusus itu sendiri yang mana khusus adalah tersendiri,istimewa, taka ada yang lain, jadi ceramah khusu itu sendiri berarti cermah yang bertujuan untuk memberikan nasehat-nasehat kepada mad’u atau khalayak tertentu dan jug abersifat khusus baik itu materi maupun yang lainnya. Sedangkan dalam ceramah khusus banyak batasan-batasan yang dibua mulai dari audiens yang sesuai dengan yang diinginkan dan materi juga yng menyesuaikan denagn keadaan. Contoh: Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) seperti Is ra’miraj, maulid nabi, bulan puasa dll.
Komponen-komponen atau unsur-unsur ceramah sama saja dengan komponen-komponen dakwah:
1. Da’i (penceramah)
Seorang da’i atau pencermah harus mengetahui bahwa dirinya adalah seorang da’I atau pencermah, artinya sebelum menjadi penceramah perlu mengetahui apa tugas dari pencermah, modal dan bekal itu sendiri atas apa yang harus dimiliki oleh seorang pencermah.
2. Mad’u
Mad’u atau audiens merupakan sebagai penerima nasehat-nasehat. Audiens bermacam-macam kelompok manusia yang berbeda mulai dari segi intelektualitas, status ekonomi, status sosial, pendidikan, jenis kelamin dll.
3. Materi
Agar lebih menggugah pemikiran para audiens untuk mendengarkan materi-materi yang diberikan oleh sang pencermah. Oleh sebab itu, harus dapat memiliki bahan yang tepat atau menarik agar si mad’u tertarik, dan sesuai dengan pokok acara, materi yang akan disampaikan harus betuk-betul dikuasai sehingga penampilan penuh keyakinan, tidak ragu, dan jangan sampai menghilangkan konsentrasi dirinya sendiri. Dengan itu, materi harus disusun secara sisitematis, dengan artian judul, isi, dan acara tersebut sifatnya betul-betul mempunyai hubungan.Sehingga pembahasan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
4. Metode Ceramah
Metode ceramah yaitu sebuah metode dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada audiens yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Muhibbin Syah, (2000). Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham audiens.Sedangkan metode dakwah adalah cara-cara yang dipergunakan oleh seorang da’i guna menyampaikan materi.Sumber metode ceramah adalah alquran dan hadis, menunjukkan begitu besar perannya metode dalam berdakwah.
5. Media dakwah
Media adalah alat yang digunakan umtuk menyampaikan materi ceramah kepada audiens. Berdakwah pada zaman sekarang tidak hanya bisa dilakukan oleh para mubaligh di masjid, tetapi bisa dilakukan dengan banyak cara dan banyak tempat banyak media yang bisa digunakan pada zaman sekarang sebagai media dakwah seperti televisi, koran, majalah, buku, lagu dan internet. Hal ini seperti yang dilakukan oleh beberapa grup musik nasyid yang menggunakan lagu sebagai media dakwah.

III. SAMBUTAN
Sambutan adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikan kepada orang banyak. Contoh sambutan yaitu seperti sambutan pidato kenegaraan, sambutan pidato menyambut hari besar, sambutan pidato pernikahan, sambutan pidato sambutan acara atau event, dan lain sebagainya.Sambutan yang baik dapat memberikan suatu kesan positif untuk suatu acara bagi orang-orang yang mendengar tersebut.
Sambutan umumnya melakukan satu atau beberapa hal berikut ini :
1. Memberi pengaruh positif kepada orang lain tentang acara yang disuguhkan
2. Memberi suatu pemahaman atau informasi pada orang lain.
3. Membuat orang lain senang dengan sambutan yang menghibur sehingga orang lain senang dan puas dengan ucapan yang kita sampaikan.
Berdasarkan pada sifat dari isi sambutan, sambutan dapat dibedakan menjadi :
1. Sambutan pidato pembukaan, adalah pidato singkat yang dibawakan oleh pembaca acara atau mc.
2. Sambutan pidato pengarahan adalah pdato untuk mengarahkan pada suatu pertemuan.
3. Pidato sambutan, yaitu merupakan pidato yang disampaikan pada suatu acara kegiatan atau peristiwa tertentu yang dapat dilakukan oleh beberapa orang dengan waktu yang terbatas secara bergantian.
4. Sambutan pidato peresmian, adalah pidato yang dilakukan oleh orang yang berpengaruh untuk meresmikan sesuatu.
Teknik atau metode dalam membawakan suatu sambutan di depan umum :
1. Metode menghapal, yaitu membuat suatu rencana pidato sambutan lalu menghapalkannya kata per kata.
2. Metode serta merta, yakni membawakan pidato sambutan tanpa persiapan dan hanya mengandalkan pengalaman dan wawasan. Biasanya dalam keadaan darurat tak terduga banyak menggunakan tehnik serta merta.
3. Metode naskah, yaitu berpidato dengan menggunakan naskah yang telah dibuat sebelumnya dan umumnya dipakai pada pidato sambutan resmi.
Sebelum memberikan sambutan di depan umum, ada baiknya untuk melakukan persiapan berikut ini :
1. Wawasan pendengar pidato sambutan secara umum
2. Mengetahui lama waktu atau durasi pidato sambutan yang akan dibawakan
3. Menyusun kata-kata yang mudah dipahami dan dimengerti.
4. Mengetahui jenis sambutan dan tema acara.
5. Menyiapkan bahan-bahan dan perlengkapan pidato sambutan, dsb.
Skema susunan suatu sambutan yang baik adalah :
1. Pembukaan dengan salam pembuka
2. Pendahuluan yang sedikit menggambarkan isi
3.Isi atau materi sambutan secara sistematis
4. Penutup

IV. KHUTBAH
Secara etimologis (harfiyah), khuthbah artinya : pidato, nasihat, pesan (taushiyah). Sedangkan menurut terminologi Islam (istilah syara’); khutbah (Jum’at) ialah pidato yang disampaikan oleh seorang khatib di depan jama’ah sebelum shalat Jum’at dilaksanakan dengan syarat-syarat dan rukun tertentu, baik berupa tadzkiroh (peringatan, penyadaran), mau’idzoh (pembelajaran) maupun taushiyah (nasehat). Berdasarkan pengertian di atas, maka khutbah adalah pidato normatif, karena selain merupakan bagian dari shalat Jum’at juga memerlukan persiapan yang lebih matang, penguasaan bahan dan metodologi yang mampu memikat perhatian. Selain khutbah Jum’at, ada pula khutbah yang dilaksanakan sesudah sholat, yaitu: khutbah ‘Idul Fitri, ‘Idul Adha, khutbah sholat Gerhana (Kusuf dan Khusuf). Sedangkan khutbah nikah dilaksanakan sebelum akad nikah.
Khutbah mempunyai arti yaitu memberi nasihat,.Sayangnya, media ini terkadang kurang dimanfaatkan secara optimal.Para khathib seringkali menyampaikan khutbah yang membosankan yang berputar-putar dan itu-itu saja.Akibatnya, banyak para hadirin yang terkantuk-kantuk dan bahkan tertidur.
Syarat-syarat khotbah adalah sebagai berikut:
- Khatib (orang yang berkhutbah) harus suci dari hadas baik besar maupun kecil.
- Khatib harus suci dari najis baik badan, pakaian maupun tempat.
- Khatib harus menutup aurat (dalam khutbah jumat)
- Khatib harus berdiri bila mampu.
- Khatib harus menyampaikan khutbahnya dengan suara keras hingga terdengar oleh para jamaah
- Khatib harus duduk di antara dua khutbah dengan tuma’ninah (dalam khutbah Kumat).
- Rukun-rukun khutbah harus disampaikan dengan bahasa Arab, selebihnya bisa menggunakan bahasa yang dapat dipahami dan sesuai dengan jama’ahnya (dalam khutbah Jumat).
Khutbah dalam ajaran agama Islam memiliki beberapa rukun yang dipenuhi. Rukun-rukun itu adalah:
• Wajib dimulai dengan hamdalah, yaitu lafaz yang memuji Allah SWT. Misalnya lafaz alhamdulillah, atau innalhamda lillah, atau ahmadullah.Pendeknya, minimal ada kata alhamd dan lafaz Allah, baik di khutbah pertama atau khutbah kedua.
• Shalawat kepada Nabi SAWShalawat kepada nabi Muhammad SAW harus dilafadzkan dengan jelas, paling tidak ada kata shalawat. Misalnya ushalli ‘ala Muhammad, atau as-shalatu ‘ala Muhammad, atau ana mushallai ala Muhammad.Namun nama Muhammad SAW boleh saja diucapkan dengan lafadz Ahmad, karena Ahmad adalah nama beliau juga sebagaimana tertera dalam Al-Quran.
• Washiyat untuk Taqwa Yang dimaksud dengan washiyat ini adalah perintah atau ajakan atau anjuran untuk bertakwa atau takut kepada Allah SWT. Dan menurut Az-Zayadi, washiyat ini adalah perintah untuk mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya.Sedangkan menurut Ibnu Hajar, cuukup dengan ajakan untuk mengerjakan perintah Allah.Sedangkan menurut Ar-Ramli, washiyat itu harus berbentuk seruan kepada ketaatan kepada Allah.Lafadznya sendiri bisa lebih bebas. Misalnya dalam bentuk kalimat: takutlah kalian kepada Allah. Atau kalimat: marilah kita bertaqwa dan menjadi hamba yang taat.
• Membaca ayat Al-Quran pada salah satunyaMinimal satu kalimat dari ayat Al-Quran yang mengandung makna lengkap. Bukan sekedar potongan yang belum lengkap pengertiannya. Maka tidak dikatakan sebagai pembacaan Al-Qur’an bila sekedar mengucapkan lafaz:
tsumma nazhar. Tentang tema ayatnya bebas saja, tidak ada ketentuan harus ayat tentang perintah atau larangan atau hukum.Boleh juga ayat Quran tentang kisah umat terdahulu dan lainnya.
• Doa untuk umat Islam di khutbah kedua. Pada bagian akhir, khatib harus mengucapkan lafaz yang doa yang intinya meminta kepada Allah kebaikan untuk umat Islam. Misalnya kalimat: Allahummaghfir lil muslimin wal muslimat .Atau kalimat Allahumma ajirna minannar.
Hal-hal yang disunahkan dalam khutbah jumat antara lain:
o Berdiri di tempat yang tinggi (mimbar)
o Memberi salam, berdasarkan hadits Nabi SAW. dari Jabir ra.: “Sesungguhnya Nabi SAW. apabila telah naik mimbar, (beliau) memberi salam”. (HR. Ibnu Majah).
o Menghadap Jama’ah, berdasarkan hadits Nabi SAW. dari Adi bin Tsabit dari ayahnya dari kakeknya: “Adalah Nabi SAW. apabila telah berdiri di atas mimbar, shahabat-shahabatnya menghadapkan wajah mereka ke arahnya”. (HR. Ibnu Majah).
o Suara jelas penuh semangat, berdasarkan hadits Nabi SAW. dari Jabir r.a: “Adalah Rasulullah SAW. apabila berkhutbah kedua matanya menjadi merah, suaranya lantang/tinggi, berapi-api bagaikan seorang panglima (yang memberi komando kepada tentaranya) dengan kata-kata “Siap siagalah di waktu pagi dan petang”. (HR. Muslim dan Ibnu Majah).
o Singkat, padat, akurat dan memikat, Rasulullah SAW. bersabda :
“Adalah Rasulullah SAW. biasa memanjangkan shalat dan memendekkan khutbahnya”. (HR. Nasai dari Abdullah bin Abi Auf).
6. Gerakan tangan tidak terlalu bebas, berdasarkan hadits Nabi SAW. dari Abdurrahman bin’ Sa’ad bin ‘Ammar bin Sa’ad ia berkata: “Adalah Nabi SAW. apabila berkhutbah dalam suatu peperangan beliau berkhutbah atas anak panah, dan bila berkhutbah di hari Jum’at belaiu berpegangan pada tongkat”. (HR. Ibnu Majah dan Baihaqi).
o Seusai khutbah kedua segera turun dari mimbar, berdasarkan hadits Nabi SAW. “Adalah shahabat Bilal itu menyerukan adzan apabila Nabi SAW. telah duduk di atas mimbar, dan ia iqomah apabila Nabi SAW. telah turun”. (HR. Imam Ahmad dan Nasai).
o Tertib dalam membacakan rukun-rukun khutbah, yaitu: Hamdalah, Syahadat, Shalawat, wasiyat, Ayat Al-Qur’an dan Do’a.
Dalam khutbah Jumat pelaksanaannya mempunyai kedudukan yang sangat penting, karena di samping berisi nasihat-nasihat, khutbah juga merupakan rangkaian yang tidak dapat dipisahkan dari shalat jum’at.Sekalipun demikian, mengenai pelaksanaannya masih diperdebatkan oleh para ulama.Seperti yang ditunjukkan sekarang ini dalam pelaksanaan khutbah di tengah-tengah masyarakat, ada yang hanya satu kali berdiri saja (satu khutbah) dan ada yang berdiri dua kali setelah diselingi duduk beberapa saat di antara keduanya (dua khutbah).
Seorang ahli fiqih terkemuka, Ibnu Rusyd, dalam karyanya ”Bidayat al-Mujtahid wa Nihayat al-Muqtashid” menerangkan bahwa perbedaan ini berasal dari perbedaan pendapat mengenai hukum duduk di antara dua khutbah (qu’ud bain al-khutbatain). Jika duduk itu dimaksudkan untuk istirahat bagi khatib, berarti duduk itu bukan merupakan syarat.Namun jika hal itu dianggap sebagai ibadah, berarti duduk itu merupakan syarat yang harus dikerjakan. (Suparta, 2006: 29) Dalam kaitannya dengan masalah ini, Imam malik berpendapat bahwa duduk (untuk berpindah khutbah kedua) bukan merupakan syarat khutbah. Sementara Imam Syafi’i mengemukakan bahwa duduk merupakan syarat.Dua pandangan ini jelas berbeda, meski perbedaan tersebut hanya dalam soal pemahaman tentang arti duduk di antara dua khutbah.Jadi, tidak begitu prinsip.
Dalam praktiknya tetap saja mereka mewajibkan dan melaksanakan dua khutbah.Hanya yang satu menganut pemahaman hukum dari segi lughawi saja dan yang lainnya dari syar’i.Artinya, dua khutbah bagi kelompok yang lughawiyah adalah dua khutbah yang dibedakan hanya dengan ucapan hamdallah, sebagaimana kebiasaan dalam khutbah yang menggunakan bahasa Arab. Kelompok ini mencukupkan dirinya dengan memahami hukum secara garis besar saja tidak serinci kelompok syar’iyyah.Pada kelompok Syar’i, dua khutbah itu dibedakan tidak hanya oleh kughat hamdallah, tetapi juga hingga tata cara fisik. Di dalam pelaksanaan khutbah tersebut hanya diperhatikan duduk berdirinya istirahatnya, kalimat yang diucapkannya, bahasa yang digunakanny.Berkenaan dengan kehati-hatian (ihtiyat) dari sini lah para fuqaha merumuskan rukun dan syarat khutbah. Dijelaskan dalam sebuah hadits bahwa Nabi saw menyelenggarakan khutbah jum’at dengan dua bagian khutbah:
Artinya: ” Dari Ibnu Umar ra. Bahwasanya Nabi saw, berkhutbah pada hari jum’at (dengan berdiri), kemudian duduk, kemudian berdiri dan berkhutbah.
(Abu ubaidillah) menerangkan : ” Sebagaimana yang kalian kerjakan” (HR Al-Tirmidzi diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah dan Jabir bin Samurah). Hadits ini menurut Abu Isa adalah hadits hasan lagi shahih, karena Ibnu Umar yang melihat secara langsung. Dengan demikian, tata cara melaksanakan khutbah yang dilakukan oleh Nabi, yaitu khutbah dengan duduk sebentar di antara dua khutbah.
Unsur-unsur yang terdapat didalam materi khutbah yaitu:
• Konsep, yang terdapat dalam pengertian khutbah yang mana khutbah diartikan sebagai memberi nasehat. Selain itu juga dalam materi di atas terdapat syarat-syarat dan rukun-rukun dari khutbah yang mana itu juga termasuk dari bagian konsep.
• Prinsip, yang terdapat dalam materi sunnah-sunnah, syarat-syarat khutbah, dan rukun-rukun khutbah.
• Proses, yang terdaapat dalam materi pelaksanaan khutbah dan kedudukan khutbah.
Hal-hal yang perlu diperhatikan khotib dalam melaksanakan khutbah adalah sebagai berikut:
o Melakukan persiapan, mental, fisik dan naskah khutbah
o Memilih materi yang tepat dan up to date
o Melakukan latihan seperlunya
o Menguasai materi khutbah
o Menjiwai isi khutbah
o Bahasa yang mudah difahami
o Suara jelas, tegas dan lugas
o Pakaian sopan, memadai
o Waktu maksimal 15 menit (dalam khutbah Jumat)
o Bersedia menjadi Imam shalat Jum’at (dalam khutbah Jumat)
Khutbah sama halnya memiliki materi-materi yang wajib dipenuhi. Hal ini untuk menghindari kejemuan umat yang mendengar. Materi-materi itu antara lain:
• Tegakkan akidah, murnikan ibadah, perluas ukhuwwah
• Evaluasi amaliah (ummat) mingguan
• Kaji masalah secara cermat dan singkat
• Berikan solusi yang tepat
• Tema-tema lokal peristiwa keseharian lebih diutamakan
• Hindari materi yang menjenuhkan atau persoalan tanpa pemecahan


LAMPIRAN


1. Contoh sambutan
Assalamu alaikum wr.wb
Saudara-saudara sekalian !
RW/RT kelurahan panjang utara yang saya hormati
Bapak/Ibu Warga kelurahan panjang yang saya hormati

Marilah kita panjatkan segala puji syukur kepada Allah SWT yang telah mewajibkan kita untuk selalu bersyukur kepadaNYA ketika dalam suka dan ada didalam dukacita.

Salawat dan salam atas penutup sekalian Nabi-Nabi, dan sejahtera atas keluarga dan Sahabat-sahabatnya yang telah berjihad dalam meninggikan agama allah serta telah bersabar menerima segala ujian.

Saya Muhammad saeful Anwar, selaku Camat kelurahan panjang utara sangat berbahagia sekali dapat bertatap muka secara langsung dengan warga kelurahan panjang utara pada saat ini, dan saya sangat berterima kasih atas antusiasme yang telah diberikan.

Warga kelurahan panjang utara yang berbahagia, telah kita ketahui bersama bahwasanya minyak tanah merupakan salah satu kebutuhan yang harus terpenuhi, tanpa minyak tanah kita tidak dapat melakukan banyak kegiatan seperti memasak dan lain sebaginya.

Telah kita ketahui pula bersama bahwasanya kelangkaan minyak tanah dinegara kita telah terjadi, hal ini disebabkan oleh banyak hal dianatarnya ketersediaan minyak dinegara kita telah berkurang dan pemerintah tidak dapat memasok minyak dunia ke negara kita dikarenakan harga minyak dunia melambung naik.Kenaikan minyak tersebut membuat pemerintah kita tidak dapat memberikan subsidi kembali kepada minyak untuk warga negara.

Namun pemerintah tidak tinggal diam menangapi hal ini, pemerintah mencari jalan terbaik untuk mengatasi kelangkaan ini dengan menyiapakan kompor gas dan tabung-tabung gas yang siap diguanakan untuk mentransformasikan penggunaan kompor minyak ke kompor gas.

Adapun yang akan diberikan pemerintah adalah kompor gas dan tabung gas berukuran 3 kg, kedua benda ini akan diberikan gratis oleh pemerintah untuk kita, kompor gas dan tabung gas ini akan diberikan kepada masyarakat disemua golongan dalam 1 kepala keluaraga. Kompor gas dan tabung gas ini didesain khusus oleh pemerintah sehingga dapat memberikan nilai ekonomis dalam penggunaanya dibandingkan penggunaan kompor minyak, dan memberikan keamanan yang baik pula.

Pada hari ini kita berkumpul disini untuk mendapatkan kompor gas dan tabung gas tersebut saya berharap seluruh warga panjang utara dapat menerimanya, dan saya berharap dapat digunakan dengan baik tanpa adanya hambatan apapun dan apabila warga memiliki hambatan akan hal ini diharapkan segera melaporkan ke RT/RW tempat anda tinggal, insya allah mereka akan membantu anda dengan baik.

Sekian sambutan yang dapat saya berikan, pabila ada kata dan tutur kata yang kurang berkenan dihati saudara sekalian saya mohon maaf..wabillahi toufik walhidayah wassalammu alaikum waroh matullahi wabarokatuh.

2. Contoh khutbah
Sudah terujikah Iman kita..?
Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ
سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. أَمَّابَعْدُ؛
فَإِنْ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.
Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia!
Pada kesempatan Jum’at ini, marilah kita merenungkan salah satu firman Allah dalam surat Al-‘Ankabut ayat 2 dan 3:
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa salah satu konsekuensi pernyataan iman kita, adalah kita harus siap menghadapi ujian yang diberikan Allah Subhannahu wa Ta’ala kepada kita, untuk membuktikan sejauh mana kebenaran dan kesungguhan kita dalam menyatakan iman, apakah iman kita itu betul-betul bersumber dari keyakinan dan kemantapan hati, atau sekedar ikut-ikutan serta tidak tahu arah dan tujuan, atau pernyataan iman kita didorong oleh kepentingan sesaat, ingin mendapatkan kemenangan dan tidak mau menghadapi kesulitan seperti yang digambarkan Allah Subhannahu wa Ta’ala dalam surat Al-Ankabut ayat 10:
Dan di antara manusia ada orang yang berkata: “Kami beriman kepada Allah”, maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah. Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: “Sesungguh-nya kami adalah besertamu.” Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia”?
Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia!
Bila kita sudah menyatakan iman dan kita mengharapkan manisnya buah iman yang kita miliki yaitu Surga sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah Subhannahu wa Ta’ala :
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka adalah Surga Firdaus menjadi tempat tinggal. (Al-Kahfi 107).
Maka marilah kita bersiap-siap untuk menghadapi ujian berat yang akan diberikan Allah kepada kita, dan bersabarlah kala ujian itu datang kepada kita. Allah memberikan sindiran kepada kita, yang ingin masuk Surga tanpa melewati ujian yang berat.
Apakah kalian mengira akan masuk Surga sedangkan belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa malapetaka dan keseng-saraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersama-nya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguh-nya pertolongan Allah itu amat dekat”.(Al-Baqarah 214).
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam mengisahkan betapa beratnya perjuangan orang-orang dulu dalam perjuangan mereka mempertahankan iman mereka, sebagaimana dituturkan kepada shahabat Khabbab Ibnul Arats Radhiallaahu anhu.
لَقَدْ كَانَ مَنْ قَبْلَكُمْ لَيُمْشَطُ بِمِشَاطِ الْحَدِيْدِ مَا دُوْنَ عِظَامِهِ مِنْ لَحْمٍ أَوْ عَصَبٍ مَا يَصْرِفُهُ ذَلِكَ عَنْ دِيْنِهِ وَيُوْضَعُ الْمِنْشَارُ عَلَى مِفْرَقِ رَأْسِهِ فَيَشُقُّ بِاثْنَيْنِ مَا يَصْرِفُهُ ذَلِكَ عَنْ دِيْنِهِ. (رواه البخاري).
… Sungguh telah terjadi kepada orang-orang sebelum kalian, ada yang di sisir dengan sisir besi (sehingga) terkelupas daging dari tulang-tulangnya, akan tetapi itu tidak memalingkannya dari agamanya, dan ada pula yang diletakkan di atas kepalanya gergaji sampai terbelah dua, namun itu tidak memalingkannya dari agamanya… (HR. Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dengan Fathul Bari, cet. Dar Ar-Royyan, Juz 7 hal. 202).
Cobalah kita renungkan, apa yang telah kita lakukan untuk membuktikan keimanan kita? cobaan apa yang telah kita alami dalam mempertahankan iman kita? Apa yang telah kita korbankan untuk memperjuangkan aqidah dan iman kita? Bila kita memper-hatikan perjuangan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam dan orang-orang terdahulu dalam mempertahankan iman mereka, dan betapa pengorbanan mereka dalam memperjuangkan iman mereka, mereka rela mengorbankan harta mereka, tenaga mereka, pikiran mereka, bahkan nyawapun mereka korbankan untuk itu. Rasanya iman kita ini belum seberapanya atau bahkan tidak ada artinya bila dibandingkan dengan iman mereka.Apakah kita tidak malu meminta balasan yang besar dari Allah sementara pengorbanan kita sedikit pun belum ada?
Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah!
Ujian yang diberikan oleh Allah kepada manusia adalah berbeda-beda.
Dan ujian dari Allah bermacam-macam bentuknya, setidak-nya ada empat macam ujian yang telah dialami oleh para pendahulu kita:
Yang pertama: Ujian yang berbentuk perintah untuk dilaksanakan, seperti perintah Allah kepada Nabi Ibrahim Alaihissalam untuk menyembelih putranya yang sangat ia cintai. Ini adalah satu perintah yang betul-betul berat dan mungkin tidak masuk akal, bagaimana seorang bapak harus menyembelih anaknya yang sangat dicintai, padahal anaknya itu tidak melakukan kesalahan apapun. Sungguh ini ujian yang sangat berat sehingga Allah sendiri mengatakan:
Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. (Ash-Shaffat 106).
Dan di sini kita melihat bagaimana kualitas iman Nabi Ibrahim Alaihissalam yang benar-benar sudah tahan uji, sehingga dengan segala ketabahan dan kesabarannya perintah yang sangat berat itupun dijalankan.
Apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim Shallallaahu alaihi wa salam dan puteranya adalah pelajaran yang sangat berat itupun dijalankannya.
Apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan puteranya adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kita, dan sangat perlu kita tauladani, karena sebagaimana kita rasakan dalam kehidupan kita, banyak sekali perintah Allah yang dianggap berat bagi kita, dan dengan berbagai alasan kita berusaha untuk tidak melaksanakannya. Sebagai contoh, Allah telah memerintahkan kepada para wanita Muslimah untuk mengenakan jilbab (pakaian yang menutup seluruh aurat) secara tegas untuk membedakan antara wanita Muslimah dan wanita musyrikah sebagaimana firmanNya:
Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mumin” “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(Al-Ahzab, 59).
Namun kita lihat sekarang masih banyak wanita Muslimah di Indonesia khususnya tidak mau memakai jilbab dengan berbagai alasan, ada yang menganggap kampungan, tidak modis, atau beranggapan bahwa jilbab adalah bagian dari budaya bangsa Arab. Ini pertanda bahwa iman mereka belum lulus ujian. Padahal Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam memberikan ancaman kepada para wanita yang tidak mau memakai jilbab dalam sabdanya:
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا؛ قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيْحَهَا. (رواه مسلم).
“Dua golongan dari ahli Neraka yang belum aku lihat, satu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, yang dengan cambuk itu mereka memukul manusia, dan wanita yang memakai baju tetapi telanjang berlenggak-lenggok menarik perhatian, kepala-kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk Surga dan tidak akan mencium wanginya”. (HR. Muslim, Shahih Muslim dengan Syarh An-Nawawi cet. Dar Ar-Rayyan, juz 14 hal. 109-110).
Yang kedua: Ujian yang berbentuk larangan untuk ditinggalkan seperti halnya yang terjadi pada Nabi Yusuf Alaihissalam yang diuji dengan seorang perempuan cantik, istri seorang pembesar di Mesir yang mengajaknya berzina, dan kesempatan itu sudah sangat terbuka, ketika keduanya sudah tinggal berdua di rumah dan si perempuan itu telah mengunci seluruh pintu rumah. Namun Nabi Yusuf Alaihissalam membuktikan kualitas imannya, ia berhasil meloloskan diri dari godaan perempuan itu, padahal sebagaimana pemuda umumnya ia mempunyai hasrat kepada wanita. Ini artinya ia telah lulus dari ujian atas imannya.
Sikap Nabi Yusuf Alaihissalam ini perlu kita ikuti, terutama oleh para pemuda Muslim di zaman sekarang, di saat pintu-pintu kemaksiatan terbuka lebar, pelacuran merebak di mana-mana, minuman keras dan obat-obat terlarang sudah merambah berbagai lapisan masyarakat, sampai-sampai anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar pun sudah ada yang kecanduan. Perzinahan sudah seakan menjadi barang biasa bagi para pemuda, sehingga tak heran bila menurut sebuah penelitian, bahwa di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya enam dari sepuluh remaja putri sudah tidak perawan lagi. Di antara akibatnya setiap tahun sekitar dua juta bayi dibunuh dengan cara aborsi, atau dibunuh beberapa saat setelah si bayi lahir. Keadaan seperti itu diperparah dengan semakin banyaknya media cetak yang berlomba-lomba memamerkan aurat wanita, juga media elektronik dengan acara-acara yang sengaja dirancang untuk membangkitkan gairah seksual para remaja.Pada saat seperti inilah sikap Nabi Yusuf Alaihissalam perlu ditanamkan dalam dada para pemuda Muslim. Para pemuda Muslim harus selalu siap siaga menghadapi godaan demi godaan yang akan menjerumuskan dirinya ke jurang kemaksiatan. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam telah menjanjikan kepada siapa saja yang menolak ajakan untuk berbuat maksiat, ia akan diberi perlindungan di hari Kiamat nanti sebagaimana sabdanya:
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ … (متفق عليه).
“Tujuh (orang yang akan dilindungi Allah dalam lindungan-Nya pada hari tidak ada perlindungan selain perlindunganNya, .. dan seorang laki-laki yang diajak oleh seorang perempuan terhormat dan cantik, lalu ia berkata aku takut kepada Allah…” (HR. Al-Bukhari Muslim, Shahih Al-Bukhari dengan Fathul Bari cet. Daar Ar-Rayyan, juz 3 hal. 344 dan Shahih Muslim dengan Syarh An-Nawawi cet. Dar Ar-Rayaan, juz 7 hal. 120-121).
Yang ketiga: Ujian yang berbentuk musibah seperti terkena penyakit, ditinggalkan orang yang dicintai dan sebagainya. Sebagai contoh, Nabi Ayyub Alaihissalam yang diuji oleh Allah dengan penyakit yang sangat buruk sehingga tidak ada sebesar lubang jarum pun dalam badannya yang selamat dari penyakit itu selain hatinya, seluruh hartanya telah habis tidak tersisa sedikitpun untuk biaya pengobatan penyakitnya dan untuk nafkah dirinya, seluruh kerabatnya meninggalkannya, tinggal ia dan isterinya yang setia menemaninya dan mencarikan nafkah untuknya. Musibah ini berjalan selama delapan belas tahun, sampai pada saat yang sangat sulit sekali baginya ia memelas sambil berdo’a kepada Allah:
“Dan ingatlah akan hamba Kami Ayuub ketika ia menyeru Tuhan-nya;” Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan”. (Tafsir Ibnu Katsir, Juz 4 hal. 51).
Dan ketika itu Allah memerintahkan Nabi Ayyub Alaihissalam untuk menghantamkan kakinya ke tanah, kemudian keluarlah mata air dan Allah menyuruhnya untuk meminum dari air itu, maka hilanglah seluruh penyakit yang ada di bagian dalam dan luar tubuhnya. (Tafsir Ibnu Katsir, Juz 4 hal. 52). Begitulah ujian Allah kepada NabiNya, masa delapan belas tahun ditinggalkan oleh sanak saudara merupakan perjalanan hidup yang sangat berat, namun di sini Nabi Ayub Alaihissalam membuktikan ketangguhan imannya, tidak sedikitpun ia merasa menderita dan tidak terbetik pada dirinya untuk menanggalkan imannya. Iman seperti ini jelas tidak dimiliki oleh banyak saudara kita yang tega menjual iman dan menukar aqidahnya dengan sekantong beras dan sebungkus sarimi, karena tidak tahan menghadapi kesulitan hidup yang mungkin tidak seberapa bila dibandingkan dengan apa yang dialami oleh Nabi Ayyub Alaihissalam ini.
Sidang jamaah rahima kumullah
Yang keempat: Ujian lewat tangan orang-orang kafir dan orang-orang yang tidak menyenangi Islam. Apa yang dialami oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa salam dan para sahabatnya terutama ketika masih berada di Mekkah kiranya cukup menjadi pelajaran bagi kita, betapa keimanan itu diuji dengan berbagai cobaan berat yang menuntut pengorbanan harta benda bahkan nyawa. Di antaranya apa yang dialami oleh Rasulullah n di akhir tahun ketujuh kenabian, ketika orang-orang Quraisy bersepakat untuk memutuskan hubungan apapun dengan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam beserta Bani Abdul Muththolib dan Bani Hasyim yang melindunginya, kecuali jika kedua suku itu bersedia menyerahkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam untuk dibunuh. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam bersama orang-orang yang membelanya terkurung selama tiga tahun, mereka mengalami kelaparan dan penderitaan yang hebat. (DR. Akram Dhiya Al-‘Umari, As-Sirah An-Nabawiyyah Ash-Shahihah, Juz 1 hal. 182).
Juga apa yang dialami oleh para shahabat tidak kalah beratnya, seperti apa yang dialami oleh Yasir z dan istrinya Sumayyah dua orang pertama yang meninggal di jalan dakwah selama periode Mekkah. Juga Bilal Ibnu Rabah Radhiallaahu anhu yang dipaksa memakai baju besi kemudian dijemur di padang pasir di bawah sengatan matahari, kemudian diarak oleh anak-anak kecil mengelilingi kota Mekkah dan Bilal Radhiallaahu anhu hanya mengucapkan “Ahad, Ahad” (DR. Akram Dhiya Al-Umari, As-Siroh An-Nabawiyyah Ash-Shahihah, Juz 1 hal. 154-155).
Dan masih banyak kisah-kisah lain yang menunjukkan betapa pengorbanan dan penderitaan mereka dalam perjuangan mempertahankan iman mereka.Namun penderitaan itu tidak sedikit pun mengendorkan semangat Rasulullah dan para shahabatnya untuk terus berdakwah dan menyebarkan Islam.
Musibah yang dialami oleh saudara-saudara kita umat Islam di berbagai tempat sekarang akibat kedengkian orang-orang kafir, adalah ujian dari Allah kepada umat Islam di sana, sekaligus sebagai pelajaran berharga bagi umat Islam di daerah-daerah lain. Umat Islam di Indonesia khususnya sedang diuji sejauh mana ketahanan iman mereka menghadapi serangan orang-orang yang membenci Islam dan kaum Muslimin. Sungguh menyakitkan memang di satu negeri yang mayoritas penduduknya Muslim terjadi pembantaian terhadap kaum Muslimin, sekian ribu nyawa telah melayang, bukan karena mereka memberontak pemerintah atau menyerang pemeluk agama lain, tapi hanya karena mereka mengatakan: ( Laa ilaaha illallaahu ) لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ, tidak jauh berbeda dengan apa yang dikisahkan Allah dalam surat Al-Buruj ayat 4 sampai 8:
“Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit, yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang Mukmin itu melainkan karena orang-orang Mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji”.
Peristiwa seperti inipun mungkin akan terulang kembali selama dunia ini masih tegak, selama pertarungan haq dan bathil belum berakhir, sampai pada saat yang telah ditentukan oleh Allah.
Kita berdo’a mudah-mudahan saudara-saudara kita yang gugur dalam mempertahankan aqidah dan iman mereka, dicatat sebagai para syuhada di sisi Allah.Amin. Dan semoga umat Islam yang berada di daerah lain, bisa mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa, sehingga mereka tidak lengah menghadapi orang-orang kafir dan selalu berpegang teguh kepada ajaran Allah serta selalu siap sedia untuk berkorban dalam mempertahankan dan meninggikannya, karena dengan demikianlah pertolongan Allah akan datang kepada kita, firman Allah.
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad: 7).
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ. وَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأََشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ؛
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَقُوا اللهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيْرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ.
Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah!
Sebagai orang-orang yang telah menyatakan iman, kita harus mempersiapkan diri untuk menerima ujian dari Allah, serta kita harus yaqin bahwa ujian dari Allah itu adalah satu tanda kecintaan Allah kepada kita, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam :
إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا اِبْتَلاَهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ. (رواه الترمذي، وقال هذا حديث حسن غريب من هذا الوجه).
“Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya cobaan (ujian), Dan sesungguhnya apabila Allah mencintai satu kaum Ia akan menguji mereka, maka barangsiapa ridha baginyalah keridhaan Allah, dan barangsiapa marah baginyalah kemarahan Allah”. (HR. At-Tirmidzi, dan ia berkata hadits ini hasan gharib dari sanad ini, Sunan At-Timidzy cet. Dar Al-Kutub Al-Ilmiyyah, juz 4 hal. 519).
Mudah-mudahan kita semua diberikan ketabahan dan kesabaran oleh Allah dalam menghadapi ujian yang akan diberikan olehNya kepada kita. Amin.
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ.
رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ.
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
اَللَّهُمَ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَصْلِحْ وُلاَةَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ وَوَفِّقْهُمْ لِلْعَمَلِ بِمَا فِيْهِ صَلاَحُ اْلإِسْلاَمِ وَالْمُسْلِمِيْنَ.
اَللَّهُمَ لاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا مَنْ لاَ يَخَافُكَ فِيْنَا وَلاَ يَرْحَمُنَا.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
3. Contoh pidato
Assalamualaikum wr. wb.,
Salam sejahtera bagi kita semua. Yang saya horamati Bapak Wakil Presiden RI, Para Gubernur atau yan mewakili.
Hadirin yang berbahagia, puji syukur kehadirat Tuahn Yang Maha Esa, karena kita dapat berkumpul di taman Wisata Mekarsari dalam acara Pembukaan Pekan Lingkungan Hidup 2007. Hari ini terasa istimewa karena kita berkumpul di alam terbuka sebagai salah satu acara dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang bertemakan “Iklim Berubah, Waspadalah Terhadap Bencana Lingkungan!”
Tema ini sangat penting untuk mengingtakan kita bahwa saat ini, sedang terjadi perubahan iklim secara global aibat meningkatnya gas rumah kaca yang berlebihan akibat pembakaran bahan bakar fosil oleh penduduk dunia.Pemanasan global yang diikuti dengan perubahan iklim menyebabkan pola curaqah hujan berlebihan atau sebaliknya kemasau yang panjang. Akibatnya muncul berbagai bencana, seperti banjir, longsor, peningkatan penyakit epidemik, dan perubahan musim tanam yag membahayakan dan merugikan manusia.
Sesuai dengan hasil penelitian para ahli, perubahan iklim juga membawa risiko kepunahan tumbuhan dan hewan sekitar 20-30 persen. Sabagai salah satu negara yangg mempunyai keanekaragaman hayati terbesar di dunia, Indonesia dijuluki Megadiversity country yang mempunyai 12 persen mamalia dunia, 17 persen jenis burung di dunia, peringkat ke-4 primata dunia, dan peringkat ke-6 amfibi. Untuk mengurangi kepunahan keanekaragaman hayati, Indonesia harus mempunyai kebijakan konservasi terhadap semua sumber daya keanekaragaman hayati.Hal itu termasuk sumber daya genetik ternak dan tanaman pertanian.Semua itu guna pemenuhan kebutuhan manusia di masa mendatang.Partisipasi seluru pihak, seperti masyarakat umum, dunia usaha, lembaga penelitian, pemerintah dalam upaya menyelamatkan ekosistem sebagai habitat semua jinis spesies sangat diperlukan.
Bersama ini, perkenankan saya untuk mengutip apa yang disampaikan Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia dalm lawatannya ke Jepang kemarin. Beliau mengatakan bahwa Indonesia mengajak negara-negara dunia untuk bersama-sama menaggulangi permasalahan pemanasan global. Ditambahkan pula bahwa Indonesia akan berupaya maksimal untuk melestarikan
hitanm dan lahan. Oleh karena hutan Indonesia merupakan paru-paru dunia, harus ada tanggungjawab negara-negara lain dalam melestarikan hutan dan pencemarannya.
Hadirin yang saya hormati,
Sejalan dengan itu, pada acara ini akan dilakukan penanaman pohon khas dari berbagai propinsi di Wahana Puspa Daerah, Taman Wisata Mekarsari oleh Bapak Wakil Republik Indonesia bersama para Gubernur. Hal ini merupakan upaya konservasi dan edukasi bagi pelajar, pendidik, serta masyarakat umum untuk mengenali keindahan dan kekayaan hayati Indonesia yang khas dan yang terdapat di seluruh Indonesia.
Segai wadah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengelola lingkungan, Pekan Lingkungan Indonesia ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk menggalang partisipasi masyarakat Indonesia untuk turut serta mengurangi emisigas rumah kaca.Untuk meminimalkan pemanasan global yang memicu perubahan iklim, diharapkan kita dapat mengubah sikap dan perilaku kita sehari-hari. Hal ini diperlukan karena pada tanggal 3-14 Desember 2007 di Denpasar, Bali, Indonesia akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Conference of Parties (COP) United Nation Framework Convention on Climate Cange (UNFCCC). Pada kesempatan ini, Indonesia akan berperan besar dalam diplomasi internasional untuk membela kepentingan lingkungan nasional dan global. Mari kita tunjukan kepada dunia, bahwa masyarakat dan pemerintah Indonesia telah melakukan adaptasi dan mitigasi sebagai antisipasi perubahan iklim yang dapat membawa bencana lingkungan.
Hadirin yang berbahagia,
Selama Pekan Lingkungan Indonesia 2007, diadakan kegiatan seperti “Ajang Kreasi Siswa di Bidang Lingkungan melalui Teknologi Informasi” yang diikuti oleh 1000 siswa, “Kemah hijau” yang diikuti oleh 300 siswa, berbagi dialog, seminar, lokakarya, dan pameran lingkungan hidup yang berlangsung di Jakarta Convention Center. Pada tahun ini, pameran lingkungan diikuti oleh 208 organisasi atau lembaga yang terdiri atas berbagai kelompok masyarakat, seperti kelompok perempuan, pemuda, penyandang cacat, organisasi masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi dan instansi pemerintah pusat maupun perwakilan berbagai pemerintah daerah. Pada kesempatan ini pula jalinan kerja sama dengan mitra-mitra lingkungan semakin dieratkan dengan dilakukannya berbagai kesempatan bersama dengan asosiasi profesi, seperti Persatuan Guru Republik Indonesia dan Ikatan Arsitek Landsekap Indonesia.
Hadirin yang berbahagia,
Terima kasih disampaikan kepada semua pihak baik penyelenggara, peserta kegiata, peserta pameran maupun pengunjung dari berbagau daerah di seuruh Indonesia yang turut berpartisipasi dalam Pekan Lingkungan Indonesia 2007.
Selanjutnya, saya mohon kesediaan Bapak Wakil Preseden Republik Indonesia untuk menanam pohon daerah bersama-sama para Gubernur.Setelah itu, Bapak Wakil Presiden dimohon untuk memberikan sambutan yang menandai diresmikannya Peka Lingkungan Indonesia 2007.Kemudian, Bapak dimohon untuk melakukan peninjauankemah hijau dan pameran buah-buahan.
Wassalammualaikum wr.wb.

Analisis Cerpen Sodom dan Gomora



DI BALIK CERPEN SODOM DAN GOMORA
Karya Agus Vrisaba  (Cerpen Terbaik Kompas 1980)
Disusun sebagai UAS Mata Kuliah Pengantar Sastra Indonesia




Oleh:
IKA MAZKIA IZZATI (115110700111008)

Dosen Pengampu:
MAULFI SYAIFUL RIZAL, S. Pd





Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Brawijaya Malang
Tahun 2012


CERPEN “ SODOM DAN GOMORA” KARYA AGUS VRISABA
 (Suatu Tinjauan Sosiologis)

Karya sastra merupakan dokumen sosio-budaya yang mencerminkan zaman. Sebagai dokumen sosio-budaya didalam kaya sastra tersimpan unsur-unsur kehidupan sosial (Suwignyo, 2008: 166). Karya sastra tidak lepas dari penulisnya. Karya sastra merupakan luapan atau penjelmaan perasaan, pikiran, dan pengalaman (dalam arti luas) pengarangnya. Oleh karena itu faktor pengarang tidak dapat diabaikan meskipun tidak harus dimutlakan.
Dalam menciptakan karya sastra, sastrawan tidak dapat lepas dari masyarakat dan budayanya. Seringkali sastrawan sengaja menonjolkan kekayaan budaya masyarakat, suku bangsa dan budayanya. Oleh karena itu untuk memahami dan memberi makna kepada karya sastra. maka latar sosial dan budaya harus diperhatikan. Agar  penemuan pola-pola kehidupan sosial dapat mendekati kehidupan sosial yang ”sebenarnya” , diperlukan pemahaman terhadap kehidupan sosial yang melatari terciptanya karya sastra. Pemahaman terhadap latar sosial ini dapat diperkuat dengan memahami cara pengarang memahami kehidupan sosial dan pandangannya terhadap kehidupan sosial.
Wellek dan Warren (1989) mengingatkan, bahwa karya sastra memang mengekspresikan kehidupan, tetapi keliru kalau dianggap mengekspresikan selengkap-lengkapnya. Hal ini disebabkan fenomena kehidupan sosial yang terdapat dalam karya sastra tersebut kadang tidak disengaja dituliskan oleh pengarang, atau karena hakikat karya sastra itu sendiri yang tidak pernah langsung mengungkapkan fenomena sosial, tetapi secara tidak langsung, yang mungkin pengarangnya sendiri tidak tahu.
Dengan demikian, sebuah asumsi yang mengatakan bahwa karya sastra tidaklah lahir dari kekosongan sosial (social vacuum). Ini bukanlah asumsi yang berlebihan, meskipun kita juga harus selalu ingat bahwa karya sastra adalah hasil dari daya khayal atau imajinasi. Secara langsung atau tidak imajinasi pengarang dipengaruhi, tidak ditentukan oleh pengalaman manusiawi dalam lingkungan hidupnya, termasuk di dalamnya adalah sumber- sumber bacaan (Hardjana, 1981:71). Di samping itu, karya sastra itu tidak lahir dalam kekosongan budaya (Teeuw, 1980: 11, 12).artinya karya sastra itu lahir dalam konteks sejarah dan sosial-budaya suatu bangsa yang di dalamnya sastrawan penulisnya merupakan salah seorang anggota masyarakat bangsanya. Oleh karena itu, sastrawan tidak terhindar dari konvensi sastra yang ada sebelumnya dan tidak terlepas dari latar sosial budaya masyarakatnya.
            Cerpen ”Sodom dan Gomora” karya Agus Vrisaba merupakan cerpen pilihan kompas 1970-1980, yang termuat dalam buku Dua Kelamin bagi Midin. Agus Vrisaba sebagai pengarang mengangkat suatu cerita yang tidak jauh berbeda dengan realitas kehidupan sosial yang sebenarnya. Cerpen ini mengisahkan tentang alegori moral perihal kemunafikan Bapak Lutus, yang menampilkan diri sebagai pribadi yang religius di depan jemaahnya, tetapi kemudian terbukti masih terikat dengan nilai-nilai duniawi dan masih suka berbuat kasar. Bapak Lutus mati kaku berdiri dengan kepala menoleh ke belakang, seperti istri Lut, yang masih hirau dengan harta yang ditinggalkannya, hingga mati menjelma tiang garam. Persis seperti wejangannya tentang bininya Lut dalam peristiwa Sodom dan Gomora.
Membaca cerpen ”Sodom dan Gomora”  membangkitkan semangat untuk mengingat, mencari dan mencatat segala kejadian yang tengah berlangsung dalam masyarakat. Tidak mengherankan, apabila konflik yang berkembang dalam cerita ini, terasa sebagai suatu produk budaya dan produk masyarakat yang memiliki keterkaitan yang erat dengan kehidupan sosial, yang menyajikan kehidupan yang sebagian besar yang tediri dari kenyataan sosial. Yang selanjutnya dapat dipakai sebagai seperangkat alat untuk memahami kehidupan sosial.
Agus Vrisaba sebagai pengarang cerpen ”Sodom dan Gomora” sangat jeli. Dengan pengalamannya sebagai penulis sastra dan pergaulannya dengan sesama penulis membuatnya dengan mudah mengangkat masalah kemunafikan atau ketidak jujuran yang menjangkit orang-orang yang menjadi tokoh masyarakat atau idola masyarakat (public figure).yang menyebakan dirinya sendiri dan orang lain dirugikan dengan perilaku tersebut
Situasi yang digambarkan dalam cerita ini telah membuat pembaca dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa cerita ini bukanlah semata-mata ciptaan sosial yang menampilkan gambaran kehidupan yang nyata. Namun hanya rekaan dari pengarangnya. Hal ini tampak pada salah satu penggunaan gaya bahasa persamaan atau simile. Majas persamaan atau simile adalah perbandingan yang bersifat eksplisit, yaitu  sesuatu yang sama dengan yang lain. Biasanya majas persamaan atau simile ditandai dengan penggunaan kata, seperti, sama, sebagai, bagaikan, laksana, dan sebagainya.
Majas persamaan atau simile tampak pada kutipan di bawah ini:
“Manusia sekarang,” kata Bapak Lutus,” serupa dengan penduduk kedua kota yang terletak di ujung selatan Laut Mati pada zamannya itu. Kejahatan terjadi di mana-mana dan Tuhan hanya menjadikan dunia ini sebagai Sodom dan Gomora.

Dalam kutipan, pengarang menyamakan manusia sekarang dengan penduduk ke dua kota pada zaman itu dan menyamakan dunia ini sama dengan Sodom dan Gomora. Karena sama-sama begitu banyaknya kejahatan yang terjadi.
Melalui cerpen ini pengarang menyampaikan suatu amanat bahwa  bahwa orang-orang yang senantiasa mengingat, dan menghadirkan Tuhan ke dalam batinya, dengan ikhlas akan senantiasa mendapatkan keselamatan dari Tuhan. Hal tersebut tampak pada kutipan berikut ini:
“…Dan hanya orang-orang yang menghadirkan Tuhan ke dalam batinya, bukan hanya sekedar di bibir saja, yang akan diselamatkan seperti Lut dan kedua orang anak gadisnya itu.”

Kutipan di atas memberikan gambaran sekaligus memberikan suatu pemahaman kepada pembaca bahwa dalam melakukan apa pun kita harus senantiasa mengingat dan menghadirkan Tuhan agar kita selalu hidup dengan keselamatan.
Selain itu, dalam cerpen ”Sodom dan Gomora”, pengarang juga menyampaikan suatu pesan agar kita hidup itu harus menjadi diri sendiri, jujur, tidak munafik dalam menjalani hidup dalam bermasyarakat dan tidak hidup dalam ke pura-puraan, sehingga kita bisa tenang dalam menjalani kehidupan dan  keharmonisan dalam berhubungan dengan masyarakat tanpa harus dibayangi kecemasan akan suatu hal yang tidak diinginkan. Hal ini tergambar pada kutipan berikut:
Kalau dia naik sepeda motor, hadirin di pertemuan mingguan itu tentu akan memandangnya sebagai orang yang masih dipengaruhi harta dunia. Di depan mata mereka dia harus kelihatan seperti orang sederhana, tidak tergoyahkan oleh godaan, yang seperti  sering dia katakana kepada mereka, pada zaman ini begitu banyak , antara lain barang-barang mewah, mobil, sepeda motor, televisi, dan sebagainya dan sebagainya.


Dari kutipan di atas terlihat bahwa Bapak Lutus itu berusaha  menyembunyikan kebiasaan buruknya,  agar telihat menjalankan seperti apa yang sudah disampaikan pada saat memberikan wejangan kepada jemaahnya.
Dalam cerpen “Sodom dan Gomora” juga memberikan pesan bahwa menjalankan ketaatan pada Tuhan yang Maha Esa tidaklah dikala senang saja, melainkan di segala keadaan. Dan pengamalan terhadap keimanan dan ketaatan padaNya harus dijunjung tinggi, tanpa terhalangi topeng-topeng duniawi. Melalui cerpen ini pula, pengarang menyampaikan suatu amanat bahwa dalam kehidupan ini, setiap manusia harus selalu waspada terhadap segala kemungkinan yang tidak terduga.  Dan semua yang telah terjadi itu tidak perlu disesali dengan terus larut dalam penyesalan. Hal ini secara eksplisit sampaikan pengarang sebagaimana tampak pada dua kutipan berikut ini.
Mengapa tidak? Setiap pagi, bangun dari tidur dia berdoa. Mau sarapan dia berdoa. Mau mulai bekerja di kantornya, dia berdoa. Makan siang sebelum dan sesudahnya, dia berdoa. Makan malam, bersama-sama anak-anak dan istrinya, mereka berdoa. Hendak tidur dia buka Alkitab dan membacanya sampai kantuknya tiba, kemudian memuji namaNya, baru tidur. Pada setiap kali diterima uang gajinya, tak lupa ia memuji namaNya.

………………………………………………………………………………….
Semalam bapak Lutus tidak bisa tidur. Hilangnya sepeda motor itu membuat hatinya merasa sangat kesal, kecewa,  dan menyesal. Tanpa berdoa lagi dia banting tubuhnya ke atas pembaringannya. Tidak ada waktu menghadirkan Tuhan ke dalam batinya. Pikiranya penuh diliputi ke kecewaan dan sesal.

 Dari dua kutipan diatas memberikan gambaran bahwa hanya saat diliputi rasa senang saja Bapak Lutus  mengingat dan menghadirkan Tuhan, sedangkan pada saat ditimpa kesusahan dia terus larut dalam kesedihan dan penyesalan sehingga melupakan dan tidak menghadirkan Tuhan dalam mengatasi dan menghadapi semuanya. Padahal kita harus senantiasa menghadirkan Tuhan kapan saja dan di mana saja kita berada. Karena semua yang terjadi adalah atas kehendak Tuhan kita sebagai manusia hanya bisa wasapada dan menerima semua yang akan terjadi.












Di balik Cerpen Sodom dan Gomora
Karya Agus Vrisaba (Cerpen Terbaik Kompas 1980 )

  1. Apa tema utama yang akan disampaikan oleh pengarang? Apakah tema yang disampaikan oleh pengarang itu berkaitan dengan konteks masyarakat pada saat cerpen tersebut dilahirkan (hingga saat ini)? Jelaskan!
     Dalam cerpen "Sodom dan Gomora" karya Agus Vrisaba, tema utama yang ingin disampaikan adalah kemunafikan yang dilakukan seorang yang menjadi panutan masyarakat. Kemunafikan  tersebut terjadi dalam hal pemberian wejangan kepada para jemaahnya yang dalam kenyataanya Bapak Lutus itu sendiri tidak  tidak menjadi pribadi seperti apa yang disampaikanya sewaktu memberikan wejangan kepada jemaahnya. Kemunafikan yang terjadi adalah kemunafikan Bapak Lutus, yang menampilkan diri sebagai pribadi yang religius, tetapi kemudian terbukti masih terikat dengan nilai-nilai duniawi. Dalam cerpen tersebut, peristiwa yang tidak diinginkan terjadi, hukuman harus diterima oleh Bapak Lutus dalam kemunafikan tersebut. Bapak Lutus ditemukan berdiri kaku di belakang jendela dalam kamarnya, dengan kepala menoleh ke belakang, dan sudah mati. Kulitnya begitu kering dan bergaram. Tema tersebut tersirat di halaman 389-390 dalam cerpen tersebut. Cerpen tersebut menceritakan tentang Bapak Lutus  yang memberikan wejangan kepada jemaah tentang peristiwa Sodom dan Gomora serta menceritakan tentang bini Lut yang menoleh ke belakang, lalu ia jadi sebatang tiang garam. Tetapi semua wejangan yang telah disampaikan kepada jemaahnya itu tidak sesuai dengan kenyataanya. Bapak Lutus melakukan perbuatan yang tidak mencerminkan dirinya seperti saat memberikan wejangan, terbukti ia lebih mementingkan duniawi dan tega berbuat kasar terhadap anak dan istrinya. Sampai hukuman atas kemunafikan diterimanya. Jenazah Bapak Lutus ditemukan berdiri kaku di belakang kamarnya, dengan kepala menoleh ke belakang, Persis seperti wejangannya tentang bininya Lut dalam peristiwa Sodom dan Gomora.
Menurut saya, tema utama yang terdapat dalam cerpen "Sodom dan Gomora" karya Agus Vrisaba yaitu tentang kemunafikan Bapak Lutus terhadap jemaahnya dalam hal pemberian wejangan kepada para jemaah yang tidak diikuti dengan kepribadian yang sesuai dengan wejangan yang disampaikan yang sangat berkaitan dengan konteks masyarakat pada saat cerpen tersebut lahir bahkan sampai sekarang ini. Tema tersebut bukan saja berkaitan dengan konteks masyarakat tetapi tetap terjadi sampai sekarang ini. Banyak sekali berita di media massa yang sering membahas kemunafikan atau kebohongan atau tidak sejalannya ucapan dan tindakan tokoh masyarakat yang menjadi panutan atau idola masyarakat yang tidak mengenal kejujuran dan dilakukan secara seenaknya sendiri kepada masyarakat yang ada di sekitarnya. sebelum memasuki tahun 2012, peristiwa mengenai kemunafikan atau tidak sejalannya  ucapan dengan tindakan   di dalam masyarakat sudah sering terjadi. Contoh yang paling baru adalah  kemunafikan yang dilakukan seorang pemuka agama yang  jadi panutan warga masyarakat di Bali. Yang ternyata dibalik sosoknya sebagai pemuka agama dia menyembunyikan kebiasaan buruknya yang suka judi. Dengan alasan untuk menjaga hubungan dengan masyarakat.
Hal ini akan terus berlanjut sampai tahun-tahun yang akan datang karena tuntutan zaman yang semakin maju dan kemewahan serta keinginan seorang akan sesuatu yang terbaik untuk dirinya akan membuat manusia berlomba-lomba melakukan segala hal dengan cara apa pun untuk mewujudkan keinginannya, termasuk melakukan kebohongan dan kemunafikan. Meskipun ternyata dirinya sendiri dan masyarakat sekitar yang harus menjadi korban.
2.      Berkaitan dengan tokoh dalam cerpen, setujukah anda dengan sikap/tindakan/perilaku yang dilakukan oleh tokoh utamanya? Jelaskan jawaban anda!
     Berkaitan dengan tokoh dalam cerpen "Sodom Dan Gomora" Karya Agus Vrisaba, saya  tidak setuju dengan sikap/tindakan/perilaku yang dilakukan oleh tokoh utamanya, yaitu Bapak Lutus. Dalam cerpen tersebut, Bapak Lutus memiliki sifat dan perilaku yang buruk. Karena sebagai seorang yang sering memberi wejangan dan menjadi panutan  jemaahnya tentang suatu kebaikan ternyata dia sendiri tidak bisa melakukan hal yang sama seperti apa yang telah dikatakanya kepada jemaahnya. Ia  juga memiliki “ sisi lain”, yaitu terlalu sayang harta. Bapak Lutus masih terikat dengan nilai-nilai duniawi. Ia pun ringan tangan. Ungkapan bahwa Bapak Lutus ini terlampau sayang pada hartanya dan ringan tangan, tercermin saat motor yang baru saja dibeli dengan uang tabungannya hilang saat di pakai oleh anak tertuanya, Rino. Bapak Lutus menampar anaknya dan istrinya. Sikap/perilaku/tindakan Bapak Lutus yang munafik, masih terikat nilai-nilai duniawi dan ringan tangan sungguh disayangkan padahal masih banyak cara untuk menyelesaika masalah atau beban, tanpa harus melakukan kebohongan dan main tangan, apalagi itu anak sendiri. Semua perilaku kasar itu malah akan berimbas pada kejiwaan anak. Dan sikap/tindakan/perilaku tersebut merupakan contoh yang tidak baik bagi  saya khususnya dan juga pembaca bagi umumnya untuk selalu jujur, tidak  ringan tangan, dan tidak munafik  dalam menghadapi persoalan di kehidupan ini. Sekalipun bertentangan dengan keinginan masyarakat.


  1. Cerpen yang anda pilih adalah cerpen terbaik Kompas pada tahun tertentu. Menurut pertimbangan anda, mengapa cerpen tersebut dipilih oleh Kompas sebagai cerpen yang terbaik?
Cerpen " Sodom dan Gomora" karya Agus Vrisaba merupakan salah satu cerpen terbaik pilihan Kompas. Menurut saya, cerpen tersebut dipilih sebagai salah satu cerpen terbaik pilihan Kompas  adalah karena beberapa hal. Hal-hal tersebut antara lain adalah isi yang ingin disampaikan oleh Agus Vrisaba lewat Sodom dan Gomora yaitu kejujuran dan kritik social yang kuat, proses penceritaan yang sederhana tetapi memukau dan juga penggunaan gaya bahasa yang sederhana. serta keanggunan dan kecantikan makna yang sungguh tidak gampang luntur, membuat pembaca menikmati membacanya. Selain itu suatu objek juga dideskripsikan dengan detail. Dengan lebih menonjolkan gaya bahasa yang sederhana dan proses penceritaan yang sederhana pula, pesan atau isi cerpen yang ingin disampaikan oleh Agus Vrisaba dapat langsung tersampaikan. Dengan  demikian, pembaca dapat langsung mengerti dan mengetahui pesan yang ingin disampaikan oleh Agus Vrisaba. Selain itu pada tahun tersebut, kritik sosial dan kejujuran merupakan salah satu hal yang sulit untuk ditemui, tetapi lewat cerpen Agus Vrisaba ingin memberikan sebuah kritik sosial yang selama ini sering terjadi tetapi masih banyak orang yang acuh dan tidak peduli.
4.      Kutiplah salah satu alenia yang menurut anda menarik! Beri alasan!
 “Manusia sekarang,” kata Bapak Lutus, “ serupa dengan penduduk kedua kota yang terletak di ujung selatan Laut Mati pada zamannya itu. Kejahatan terjadi di mana-mana dan Tuhan hanya menjadikan dunia ini sebagai Sodom dan Gomora. Dan, hanya orang-orang yang menghadirkan Tuhan ke dalam batinya, bukan hanya sekedar di bibir saja, yang akan diselamatkan seperti Lut dan kedua orang anak gadisnya itu.”

Kutipan di atas adalah salah satu percakapan antara tokoh utama (Bapak Lutus) dengan jemaahnya dalam cerpen tersebut.
Saya memilih kutipan tersebut karena makna dan pesan yang terkandung dalam kutipan tersebut sangat dalam. Makna kutipan tersebut adalah kita sebagai manusia yang hidup di zaman sekarang ini harus berhati-hati karena kejahatan terjadi dimana-mana,  kita sebagai manusia haruslah senantiasa menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya karena Tuhan sudah menetapkan dosa besar yang tak terampuni, yang menjatuhkan siapa saja ke dalam kemusnahan akibat murka Tuhan bagi yang melakukan kejahatan yang melanggar apa yang di perintahkan Tuhan. Selain hal tersebut, makna tersirat kutipan tersebut adalah kita sebagai hamba Tuhan harus menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini menurut kehendak Tuhan dan berjalan sesuai takdir tertentu, oleh karena itu kita harus senantiasa mendekatkan diri dan selalu menghadirkan Tuhan dalam batin kita dengan ikhlas, sebagaimana segala sesuatu lainya. Dengan tujuan utamanya haruslah mendapatkan ridho Tuhan. Karena dengan menjadikan Tuhan dekat dengan kita, mengingat Tuhan kapan saja dan dimana saja. Maka senantiasa kebahagiaan dan keselamatan akan menghampiri kita.










Daftar Rujukan

Cerpen Kompas Pilihan 1970-1980. 2003. Dua Kelamin bagi Midin. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.
Damono, S. D. 1999. Politik Ideologi dan Sastra Hibrida. Jakarta: Pustaka  Firdaus.
Hardjana, A. 1981. Kritk Sastra: Sebuah Pengantar. Jakarta: PT Gramedia.
Noor, A. 2008. Cerpen Kompas Pilihan 1970-1980: Dua Kelamin bagi Midin, (Online), (http://maribelajarbersama.blogspot.com/2005/05/19/cerpen-kompas-pilihan-1970-1980-dua-kelamin-bagi-midin), diakses 29 Desember 2011.
Suwignyo, H. 2008. Kritik Sastra Indonesia Modern. Malang: A3 (Asih Asah Asuh).
Teeuw, A. 1980. Membaca dan Menilai Sastra. Jakarta: PT Gramedia.
Wellek & Warren. 1989. Teori Kesusastraan. Jakarta: PT Gramedia.